 |
| | |
| Kami dengan senang hati menerima berita aktivitas hijau yang terjadi di lingkungan anda
untuk dapat ditampilkan di website kami. Gerakan peduli lingkungan dapat kita lakukan melaui banyak cara, melalui web ini kami
berharap dapat ikut menyebarkan berita baik dan semangat ke masyarakat. Mari bersama kita sebar luaskan semangat hijau.
| |
| | |
 |
|
|
| Aksi Hijau |
| |
Lihat Halaman : 1 2
| Wirausaha Warga Semolowaru | | Siapa sangka barang bekas bisa menjadi barang bernilai di tangan Sonya Yulius. Aneka inovasi itu dilakukan banyak warga yang tinggal di Perumahan Semolowaru Elok. Misalnya, terdapat water treatment hampir di semua rumah. Juga pemanfaatan lahan kosong untuk budi daya jamur. Sonya mengatakan, ide memanfaatkan koran bekas diawali dari banyaknya tumpukan koran di wilayahnya. Dia lantas mencoba berkreasi. Selain Sonya, warga kompak mengolah air limbah rumah tangga. ”Hampir semua warga di sini memiliki water treatment,” ujar Heny Imroatin, fasilitator Kelurahan Semolowaru. Warga memanfaatkan kasa dan batubatu di saluran pembuangan limbah rumah masing-masing. ”Satu rumah bisa punya tiga sampai lima saringan,” ujarnya. Dengan demikian, air limbah rumah tangga yang masuk ke selokan sudah melalui proses penyaringan. Demikian pula pemilahan sampah. Di RW tersebut sudah ada bank sampah. Agar efisien, bak bak penampungan sampah kering diletakkan di setiap gang. Tampaknya, naluri wirausaha dimiliki warga. Heny memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat budi daya jamur tiram. Produksi jamur tiramnya sudah banyak dijual. Jamur dipanen hampir setiap pagi dan sore. Menurut Heny, budi daya jamur tergolong mudah. ”Tentu butuh ketelatenan,” tuturnya. Bukan hanya itu. Pekarangan rumahnya menjadi pusat kegiatan warga. Mulai pembuatan daur ulang sampah pelepah pisang, pengolahan sampah basah, pembibitan
pohon pisang, hingga kolam lele. |  | | Website : - | | Sumber : Jawapos, 2 Desember 2011 |
| Club D'Young Green | | Komunitas D'Young Green terbagi dalam dua bidang, yang pertama adalah Green Entrepreneur. Komunitas ini mempunyai komunitas dampingan yaitu ibu-ibu kampung Tropodo Jawa Timur yang dibina untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan menambah penghasilan untuk komunitas mereka. Bidang kedua adalah Enviromental Education, yakni menciptakan event atau forum diskusi untuk member D'Young Green agar dapat mengembangkan pengetahuan seputar lingkungan, dan dapat membangkitkan enviromental awareness bagi anak-anak muda yang belum bergabung sebagai member, misalnya dengan membuat seminar-seminar seperti Developing Youth Role in Green Enterpreneurship, dare to be Greenster, Be a Seed Make Forest for the World, workshop daur ulang kertas dan composting, serta Eco Leaders Camp and Training. |  | | Website : - | | Sumber : Kartika, November 2011 |
| Mural Tong Sampah Tanda Cinta Lingkungan | | Sebanyak 800 mahasiswa baru berlomba-lomba membuat mural di tong sampah. Sebagian menggambar dan ada pula yang membuat tulisan tentang peduli lingkungan. Panitia mengungkapkan, kegiatan cinta lingkungan itu mendukung program sosialisasi peduli lingkungan yang digalakkan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Surabaya. Qurrota, salah satu mahasiswa baru, mengatakan, kegiatan itu membangkitkan kesadaran mahasiswa akan kondisi lingkungan dan juga dilatif kreatif dalam menyikapi hidup. |  | | Website : - | | Sumber : Jawapos, 11 September 2011 |
| Bike To Work Community | | Komunitas Pekerja Bersepada berawal dari sekelompok pengemar kegiatan sepeda gunung ( Komunitas Jalur Pipa Gas ) yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA ( Bike to Work Community ) yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 agustus 2004.
Visi dan Misi dari komunitas B2W Indonesia merupakan wujud kepedulian kita terhadap peningkatan kualitas manusia Indonesia secara fisik maupun psikis, serta terhadap permasalahan lingkungan hidup yang terjadi saat ini. |  | | Website : http://b2w-indonesia.or.id | | Sumber : http://b2w-indonesia.or.id/tentang_kami |
| 89,2 FM Green Radio | | Radio swasta ini berdiri sejak Februari 2008. Green Radio memfokuskan visi dan misinya pada upaya penyelamatan lingkungan. Tagline “The Eco-lifestyle of Jakarta” adalah usaha kami mengajak setiap individu pendengar untuk mengubah perilaku mereka menjadi ramah terhadap lingkungan. Pendengar adalah aset dan agen perubahan untuk mewujudkan Jakarta dan sekitar sebagai lingkungan yang nyaman untuk tinggal. Inilah satu-satunya radio di Indonesia yang memfokuskan program siaran on air maupun kegiatan off air pada isu lingkungan. Membahas segala permasalahan lingkungan mulai dari kebijakan sampai pada tips perubahan perilaku yang ramah lingkungan dengan narasumber kompeten dan dikemas menarik bagi pendengar di usia 30-40. Green Radio menjadi satu-satunya radio di Jakarta yang mengimplementasikan energi alternatif dengan panel surya untuk menghidupi 18 jam siaran setiap hari Senin-Minggu.
Green Radio menggalang kerjasama baik dengan pemerintah nasional dan pemerintah provinsi DKI Jakarta serta pihak swasta yang sudah memperhatikan Green Business, lembaga swadaya masyarakat dan komunitas peduli lingkungan. |  | | Website : http://www.greenradio.fm/about-us | | Sumber : http://www.greenradio.fm/about-us |
| Bentuk Karakter lewat Cinta Lingkungan | | KALAU tidak ada papan bertuliskan ‘SDN 12 Benhil’, Anda mungkin akan menyangka bangunan berlantai tiga tersebut sebuah SMA swasta mahal. Saat masuk, hamparan lapangan basket seluas lapangan futsal tampak teduh dengan beragam tanaman di sekelilingnya. Di sudut kiri terdapat taman lalu lintas yang dipenuhi berba gai pohon rindang. Di sudut sebelah kanannya, tampak kolam kecil dengan bangku di sekelilingnya yang juga dipenuhi pepohonan. Menurut Rizki, 7, sekolahnya memang berbeda dengan sekolah lain. Selain adem, tak ada satu pun sampah berserakan di lorong-lorongnya. Hampir pada semua pelajaran, pengetahuan soal lingkungan hidup diselipkan. Pria cilik yang baru duduk di kelas 2 itu dengan riang bercerita bagaimana tanaman-tanaman itu diajarkan gurunya menjadi sahabatnya. Dia jadi terbiasa memungut sampah yang ditemuinya dan membuangnya di tempat sampah akibat rutinitas operasi semut dan Jumat bersih di sekolahnya. SDN yang terletak di Jl taman Bendungan Jati luhur, Benhil, Jakarta Pusat ini memang baru saja mendapat piala emas Adiwiyata. Ini merupakan tahun keempat SD seluas 2.644 m2 ini menerima penghargaan Adiwiyata. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang menyerahkan langsung piala tersebut kepada kepala sekolah (kepsek) Murliati, Rabu (8/6) di Istana Negara. Awalnya, Murliati hanya ingin memperbaiki sekolahnya yang bobrok saat ia dimutasi menjadi kepsek pada 2004. Kerja sama dengan sebuah LSM internasional membuahkan ide untuk menjadikan SD tersebut berbasis adiwiyata. Menurut Murliati, konsep sekolah hijau dalam penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut tak sekadar fisik yang penuh pohon. Yang terpenting, imbuhnya, adalah pembangunan karakter anak untuk mencintai lingkungannya. |  | | Website : - | | Sumber : Media Indonesia, 11 Juni 2011 |
| SDN Lesanpuro 4 Ajari Sadar Lingkungan | | Gerakan sadar lingkungan semakin gencar dilakukan sekolah untuk mengurangi dampak pemanasan lingkungan. Seperti dilakukan SDN Lesanpuro 4 Kota Malang yang mengenalkan cara hidup sehat melalui konsumsi sayuran organik. Tak hanya itu siswa juga diajak mengenal berbagai pestisida dan juga kompos organik yang lebih aman dan murah.
Dimas Aditya Nugroho siswa kelas VI B ini merupakan salah satu siswa yang aktif mengenalkan pestisida organik ini. Saat kunjungan juri lomba Adipura tingkat Kecamatan kemarin ia mengenalkan tiga macam pestisida organik yang dibuatnya bersama teman-temannya di sekolah.
“Kalau menggunakan pestisida unorganik biayanya lebih mahal dan dampaknya untuk kesehatan sangat besar, jadi kami di sekolah biasa menggunakan pestisida organik ini,” beber Wahyu.Afif yang satu tim dengan Wahyu menjelaskan ada tiga macam pestisida yang sudah mereka buat. Di antaranya pestisida pembasmi lalat buah yang berbahan dasar serai wangi. Ia menyarankan penyemprotan dilakukan 10 hari sebelum panen agar hasilnya bisa maksimal. Kepedulian siswa SDN Lesanpuro 4 dengan lingkungan juga terlihat dari ditanamnya aneka sayuran organik di kebun sekolah. Ada timun, kangkung, brokoli dan cabai. Menurut Kepala SDN Lesanpuro 4, program cinta lingkungan ini merupakan implementasi dari gerakan 3B yang dicanangkan sejak awal tahun ajaran lalu. Yang meliputi Be Green, Be Healthy dan Be Prosperous. Dimana SDN Lesanpuro 4 komit untuk ikut menyukseskan program education for sustainable development atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Program ini dikenal sekolah saat sang kepala sekolahnya menjadi pembicara dalam seminar IT di Jakarta. “Program ini bukan penunjukan dari siapapun, tapi kami komit ada atau tidak ada lomba siswa harus mulai diajak sadar lingkungan,” pungkasnya. |  | | Website : - | | Sumber : http://www.malang-post.com |
| Kelurahan Gundih Surabaya | | Jl. margorukun VII, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan Surabaya, dulu dikenal dengan sebutan 'kawasan merah' yang artinya kampung preman. Sebagai warga yang sudah tinggal lama di tempat itu, tentu fauzan merasa prihatin. Tahun 2007, ia mengikuti program Merdeka Dari Sampah (MDS) yang diadakan kelurahan setempat. Fauzan ketika itu menjabat sebagai wakil ketua RT setempat, membentuk pengurus kampung sebanyak mungkin dan diberi pengertian pentingnya membuat kampung menjadi bersih dan hijau. Berkat gerakannya, kampung ini keluar sebagai juara pertama kampung yang merdeka dari sampah. Melihat apresiasi tersebut, warga yang semula ogah-ogahan mulai sadar. Tak hanya sampai di situ, Fauzan bersama warga lain membuat terobosan membantu penghematan pengeluaran air warga. Saat ini, puluhan RT dari 10 RW yang ada di kelurahan Gundih, meniru Fauzan dalam mengelola kebersihan kampungnya. |  | | Website : - | | Sumber : Nova |
| Jakarta Berkebun | | Ide berkebun di lahan perkotaan timbul pada akhir 2010 lalu. Tepatnya saat penggagas Indonesia Berkebun (IB), Ridwan Kamil, mengajak siapa saja yang tertarik melakukan kegiatan Urban Farming (pertanian perkotaan). Kegiatan positif ini bertujuan memanfaatkan lahan mati suri di Jakarta, yaitu lahan kosong yang terbengkalai dan tak terawat. Ajakan Ridwan ternyata mendapat respons dari sekumpulan orang. Pada 20 Februari lalu, terbentuk komunitas Jakarta Berkebun (JB). Selain Jakarta, kota-kota lain seperti Bogor, Bandung, Semarang dan Surabaya juga membentuk komunitas serupa di bawah IB. Apresiasi luar biasa berdatangan. Banyak pegiat berkebun memberi informasi cara berkebun yang benar, tips dan konsultasi tentang tanaman via Twitter. Karena butuh aksi nyata, akhirnya diperoleh lahan pinjaman seluas 10.800 m2 dari developer yang dikenal Ridwan. Lahan yang berlokasi di Springhill, Kemayoran, Jakarta Barat itupun dijadikan pilot project. Pegiat JB saat ini terentang dari anak kecil hingga orang tua. Mayoritas adalah pekerja kantoran yang tertarik dengan kegiatan berkebun yang dianggap 'baru'. |  | | Website : http://www.indonesiaberkebun.org/ | | Sumber : Nova1208/XXIV |
| Pelopor Hutan Konservasi | | Hutan yang terus berkurang di Kalimantan Barat, akibat pembalakan liar dan pembukaan sawit besar-besaran, membuat Peter Samuel Oton Sidin, OFM Cap khawatir. Bagi Samuel, Bukit Tunggal merupakan gagasan idealis untuk berkontribusi pada konservasi alam. Karena itu ia rela menggunakan uang pribadi untuk membeli lahan, bibit, dan bekerja keras demi menghijaukan kembali lahan bukit Tunggal. Kemauan keras dan kesungguhan Samuel mendapat dukungan dari banyak orang. Mereka dengan sukarela turut menyumbang dana atau bibit tanaman. Setelah hampir 10 tahun ditanami, Bukit Tunggal menunjukkan manfaatnya. Setiap musim kemarau, air bersih di kawasan ini melimpah dan bisa diakses penduduk Kampung Pario, Penyauk, Kijang Berantai, dan Gunung Benua. |  | | Website : - | | Sumber : Kompas05042011 |
|
|
|